Minggu, 27 Mei 2012

Arti Pentingnya Soft Skill Dalam Kehidupan


Keterampilan sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Dengan keterampilan yang mumpuni seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Secara umum, keterampilan manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Dalam tulisan ini, akan lebih ditekankan pembahasan mengenai soft skill.
Soft skill merupakan keterampilan diluar keterampilan teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra personal mencakup kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri, manajemen sumber daya, pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal mencakup kesadaran sosial (kesadaran politik, memanfaatkan keragaman, berorientasi pelayanan) dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi, kooperatif, kerja sama tim, dan sinergi). Soft skill mumpuni mutlak harus dimiliki oleh manusia sebagai modal untuk mengarungi berbagai bidang kehidupan seperti pekerjaan, rumah tangga, organisasi masyarakat, dan lain-lain. Sebagai contoh, di dunia kerja dalam proses perekrutan karyawan baru, keterampilan teknis (hard skill) lebih mudah diseleksi berdasarkan daftar riwayat hidup, indeks prestasi, pengalaman kerja dan berbagai keterampilan yang dikuasai. Sedangkan soft skill dievaluasi berdasarkan psikotest dan wawancara mendalam. Hasil dari psikotest tersebut akan digunakan perusahaan untuk menempatkan karyawan di posisi yang tepat. Dewasa ini, semua perusahaan mensyaratkan adanya kombinasi yang seimbang antara hard skill dan soft skill untuk semua posisi karyawan. Pendekatan hard skill dianggap sudah tidak efektif, percuma saja jika hard skill baik tapi soft skill nya buruk. Perusahaan akan lebih memilih calon karyawan yang memiliki kepribadian dan karakter lebih baik walaupun tidak ditunjang hard skill yang mumpuni. Alasannya jelas, karena melatih keterampilan teknis jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter seseorang. Dengan kata lain, hard skill merupakan faktor penting bagi manusia dalam bekerja, tetapi keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skill yang lebih baik.
Perlu untuk diketahui bahwa soft skill bukanlah sesuatu yang stagnan. Keterampilan ini dapat diasah dan ditingkatkan seiring dengan bertambahnya pengalaman seseorang. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill, yang paling terkenal adalah learning by doing. Mengikuti berbagai pelatihan dan seminar juga dapat meningkatkan soft skill. Namun, diluar itu semua, ada satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan soft skill yaitu dengan lebih sering berinteraksi dan beraktifitas dengan orang lain. Mengingat pentingnya soft skill dalam kehidupan kita, maka marilah kita tingkatkan soft skill demi kehidupan yang lebih baik.

Prospek Perkembangan Android Di Indonesia


Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan untuk perangkat mobile berbasis Linux. Pada awalnya sistem operasi ini dikembangkan oleh Android Inc. yang kemudian dibeli oleh Google pada tahun 2005. Dalam usaha mengembangkan Android, pada tahun 2007 dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), sebuah konsorsium dari beberapa perusahaan, yaitu Texas Instruments, Broadcom Corporation, Google, HTC, Intel, LG, Marvell Technology Group, Motorola, Nvidia, QualComm, Samsung Electronics, Sprint Nextel, dan T-Mobile dengan tujuan untuk mengembangkan standar terbuka untuk perangkat mobile. Pada tanggal 9 desember 2008, diumumkan bahwa 14 anggota baru akan bergabung untuk proyek Android, yaitu PacketVideo, ARM Holdings, Atheros Communications, Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.
Handset berbasis Android pertama kali masuk Indonesia sekitar dua tahun yang lalu dengan harga yang relatif mahal dan produknya juga masih langka. Saat ini keadaannya sudah berbalik 180 derajat. Baik vendor lokal maupun luar telah berani memasarkan berbagai macam handset berbasis Android dengan harga dan jenis yang bervariasi, mulai dari yang low end (dibawah Rp 1 juta) hingga yang high end (diatas Rp 5 juta). Saat ini, handset Android yang beredar di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari Android versi 1.1, Android versi 1.5 (Cupcake), Android versi 1.6 (Donut), Android versi 2.0/2.1 (Éclair), Android versi 2.2 (Froyo), Android versi 2.3 (Gingerbread), Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb) dan yang teranyar Android versi 4.0 (Ice Cream). Namun, fenomena yang paling jelas terlihat sekarang ini adalah handset Android yang berharga murah dengan kualitas yang baik. Dengan beredarnya handset murah berbasis Android maka semakin banyak konsumen kelas menengah ke bawah yang memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai teknologi baru yang disediakan oleh Android.
Handset Android dengan semua daya tariknya itu sangat berpotensi ‘menggusur’ pasar telepon selular yang telah mapan di Indonesia. Tidak mustahil bila dalam waktu dekat, Android akan menjadi handset ‘penguasa’ di Indonesia. Hal ini tentu saja membuka peluang baru bagi para pengembang aplikasi mobile yang ingin menargetkan penjualan aplikasi kepada pasar lokal. Ditambah dengan dukungan sistem pembayaran aplikasi berbayar serta berbagai jenis jasa mobile advertising yang tersedia, para pengembang aplikasi mempunyai banyak pilihan untuk menjual aplikasi Android yang mereka kembangkan. Kesempatan untuk menghasilkan pemasukan dari mengembangkan aplikasi Android pun semakin terbuka lebar bagi para pengembang lokal. Salah satu kesempatan baik yang bisa dimanfaatkan untuk menjual dan memperkenalkan karya mereka ke dunia luar adalah dengan mengikuti berbagai kompetisi. Dengan mengikuti kompetisi, para pengembang aplikasi Android lokal bisa memanfaatkan momentum untuk membuat dan memasarkan aplikasi mereka ke pasar yang lebih luas. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan, kerja keras, dan kreatifitas, sehingga momentum ini bisa dioptimalkan demi kemajuan industri digital Indonesia. Dengan realita seperti ini, tidak berlebihan jika kita mengatakan prospek perkembangan Android di Indonesia sangat luar biasa.

Rendang, Kuliner Asli Indonesia Yang Mendunia


Bila berbicara kuliner saat ini, siapa yang tidak mengenal rendang? Nama masakan asli Padang, Sumatra Barat (Indonesia) ini telah tersohor di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara. Tidak heran, mengingat cita rasa rendang yang sangat khas dan lezat. Kelezatan rendang berasal dari bumbu dan cara pengolahannya yang khas. Selain itu, rendang juga memiliki keistimewaan dari sisi historisnya.


Rendang merupakan masakan olahan asli masyarakat Sumatra Barat yang terdiri dari empat bahan pokok, yaitu daging sapi, kelapa, cabai dan aneka bumbu. Untuk memasak rendang, kita harus menggunakan santan dari buah kelapa yang tua karena mengandung lebih banyak lemak agar diperoleh rasa yang lebih gurih. Memasak rendang juga tidak bisa sembarangan, rendang harus dimasak selama kurang lebih enam jam dengan proses pengadukan santan yang dilakukan secara terus-menerus agar bumbu meresap sempurna sehingga diperoleh cita rasa yang khas dan lezat. Keistimewaan lainnya, rendang merupakan masakan yang mampu bertahan 1-2 bulan tanpa berubah rasa dan aroma. Uniknya, semakin lama dan sering dihangatkan rasa rendang justru akan semakin nikmat. Sungguh luar biasa bukan?
Seiring dengan perkembangannya, rendang tidak hanya populer di Indonesia tapi mulai merambah dunia mancanegara. Rendang telah menyebar ke benua Amerika dan Eropa, orang Amerika dan Eropa menyukai global taste rendang yang dinilai memiliki komposisi cita rasa yang sempurna. Pada tanggal 14-15 januari 2012 yang lalu telah diselenggarakan sebuah pameran travel terbesar di Amerika yang bertajuk “LA Travel & Adventure Show”. Dalam acara itu, rendang dinobatkan sebagai “The Most Balanced Food” oleh pihak panitia penyelenggara berdasarkan penilaian bahwa rendang merupakan makanan yang paling enak dengan komposisi dan cita rasa yang lengkap. Sebelumnya rendang juga telah menduduki peringkat pertama dalam World’s 50 Delicious Food versi CNN International. Melihat fakta tersebut, saat ini Menbudpar Indonesia melalui UNESCO tengah berupaya mempatenkan rendang sebagai salah satu warisan kebudayaan asli Indonesia. Maka sudah seharusnya kita bangga menjadi warga Negara Indonesia yang memiliki rendang sebagai kuliner andalan yang telah mendunia.

Arti Pentingnya Hard Skill Dalam Kehidupan


Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas arti pentingnya soft skill dalam kehidupan. Meskipun soft skill lebih dominan dalam mempengaruhi kesuksesan seseorang, hard skill juga memilki peranan yang penting dalam kehidupan. Kita akan mengupas lebih banyak mengenai hard skill dalam tulisan ini.
Hard skill merupakan keterampilan dalam penguasaan ilmu pengetahuan atau akademis, teknologi, dan keterampilan teknis lainnya yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Hard skill cenderung lebih berorientasi dalam pengembangan intelligence quotient (IQ), sedangkan soft skill berorientasi dalam pengembangan emotional quotient (EQ). Selama ini sistem pendidikan di Indonesia memberikan porsi yang lebih besar dalam pengembangan hard skill, ini dapat dilihat dari sistem penilaian di berbagai jenjang pendidikan yang masih berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi pengajar terhadap peserta didik dalam proses pembelajaran. Sangat penting untuk mengembangkan hard skill, karena kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan benar sangat tergantung dari hard skill yang dia miliki. Seseorang tidak mungkin dapat membuat suatu alat yang berguna jika dia tidak mengetahui cara pembuatan, tujuan dan manfaat alat tersebut. Dalam dunia kerja, saat ingin melamar pekerjaan, calon karyawan perlu untuk mempersiapkan dirinya dengan mengembangkan hard skill sebagai dasar untuk melamar pekerjaan dan kemudian diimbangi dengan soft skill sebagai landasan dalam melakukan pekerjaan.
Tidaklah tepat jika kita hanya mengandalkan salah satu dari hard skill atau soft skill saja. Karena, idealnya hard skill yang menekankan pada aspek kognitif dan teknis keilmuan tertentu harus dilengkapi dengan soft skill yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kinerja seseorang. Kolaborasi antara hard skill dan soft skill akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

Dampak Sosial Yang Ditimbulkan Oleh Jejaring Sosial (Tulisan 6)


Dalam era globalisasi seperti saat ini, perkembangan dunia teknologi, terutama internet sudah tidak terbendung lagi. Pemanfaatan internet beberapa tahun belakangan ini semakin pesat. Internet tidak lagi dijadikan sebagai media berkomunikasi semata, tapi juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis atau usaha, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus untuk pergaulan sosial atau yang lebih dikenal dengan jejaring sosial menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa cepat. Saat ini sudah banyak sekali situs-situs jejaring sosial yang menarik perhatian para pengguna internet. Beberapa situs jejaring sosial seperti facebook, twitter dan myspace bahkan sangat digandrungi oleh mayoritas pengguna internet di seluruh dunia, mulai dari anak kecil, remaja maupun dewasa.

                     

Lantas apa sebenarnya jejaring sosial itu? Mengapa bisa sedemikian digandrungi?
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan dan lain-lain. Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi  memberikan jalan bagi mereka untuk dapat berhubungan satu sama lain. Sedangkan situs jejaring sosial dapat diartikan sebagai sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya dapat membuat profil, melihat daftar pengguna lain yang tersedia, dan dapat mengundang atau menerima teman untuk ikut bergabung dalam situs jejaring sosial tersebut.

Melihat antusiasme para pengguna internet terhadap situs jejaring sosial, tentu saja situs jejaring sosial ini akan memberikan dampak sosial berupa dampak positif dan negatif secara bersamaan kepada para penggunanya. Berikut ini beberapa dampak positif dan negatif yang diakibatkan oleh jejaring sosial:

Dampak Positif
  •  Memperluas pergaulan, karena mudah berinteraksi dengan orang-orang dari seluruh dunia.
  •  Dapat digunakan sebagai media promosi yang efektif dalam bisnis.
  • Penyebaran informasi dapat dimaksimalkan.
Dampak Negatif
  • Dapat menyebabkan kecanduan situs jejaring sosial, hal ini membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Akibat tindak mengisolasikan diri ini adalah  dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respon kekebalan, level hormon tidak stabil dan merusak performa mental.
  • Seseorang yang menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar computer cenderung jarang berolahraga sehingga dapat mengakibatkan kondisi fisik yang menurun, bahkan obesitas.
  • Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.
  • Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.

Sejak situs jejaring sosial menarik perhatian public dunia. Sebagian besar penggunanya rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengunjungi situs tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi kecanduan jejaring sosial ini seperti dengan membatasi waktu penggunaan internet, terutama situs jejaring sosial. Kita juga perlu belajar menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga kita tidak menjadi orang yang kecanduan jejaring sosial. Para pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus berhenti total, namun hanya perlu lebih bijak dalam memanfaatkan jejaring sosial.

HUBUNGAN KEBUDAYAAN DENGAN KEPRIBADIAN

Teori Kebudayaan
Secara umum kebudayaan banyak diartikan sebagai hasil karya manusia yang lahir dari cipta, rasa dan karsa. Berikut ada empat teori dan pendekatan kebudayaan, yaitu:
1. Memandang kebudayaan sebagai kata benda : Dalam arti lewat produk budaya kita mendenifisikan dan mengelola kebudayaan itu. Teori produk budaya ini juga penting karena semua hasil budaya yang ada di muka bumi merupakan produk budaya kolektif manusia. Identitas budaya dapat dilihat dari pendekatan ini.
2. Memandang kebudayaan sebagai kata kerja : Pendekatan ini dikemukakan oleh Pleh Van Peursen. Pendekatan ini juga penting untuk dipahami, karena akan mampu menjelaskan kepada kita bagaimana proses-proses budaya itu terjadi di tengah kehidupan kita. Produk-produk budaya yang kita pahami lewatpendekatan pertama di atas ternyata juga menyiratkan adanya proses-proses budaya manusia yang oleh Van Peursen disebut ada tiga terminal proses budaya. Kehidupan mistis dimana mitos berkuasa, atau kuasa mitos mengemudikan arah kebudayaan suatu masyarakat, dilanjutkan dengan hadirnya kehidupan ontologis dan yang terakhir adalah kehidupan fungsional yang hari-hari ini lebih mendominasi kehidupan budaya kita.
3. Memandang kebudayaan sebagai kata sifat : Ini untuk membedakan mana kehidupan yang berbudaya dan tidak berbudaya, membedakan antara kehidupan manusia yang berbudaya dan makhluk lain seperti hewan dan benda-benda yang tidak memiliki potensi budaya. Dalam memandang kebudayaan sebagai kata sifat maka unsur nilai-nilai menjadi sangat penting. Kebudayaan dikonstruksi sebagai konfigurasi nilai-nilai atau sebagai kompeksitas nilai-nilai yang kemudian beroperasi pada berbagai-bagai level kehidupan. Konfigurasi nilai yang dimiliki berbagai komunitas budaya yang berbeda kemudian melahirkan konstruksi budaya yang berbeda-beda pada komunitas budaya itu.
4. Memandang kabudayaan sebagai kata keadaan : Kondisi-kondisi budaya tertentu menjadi menentukan wajah kebudayaan.
Gerak Kebudayaan
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh sebab hubungan-hubungan yang terjadi antar terjadi kelompok masyarakat. Kebudayaan suatu kelompok manusia jika dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda, lambat laun akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian manusia itu sendiri. Proses itu dinamakan akulturasi. Dalam proses akulturasi ada unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima seperti: unsur kebendaan ( alat tulis menulis ), unsur-unsur yang membawa manfaat besar untuk mass media ( radio transistor ) dan unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut ( penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana. Sedangkan unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima misalnya: unsur yang menyangkut kepercayaan ( ideologi, falsafah hidup ) dan unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosiologi (contoh : nasi ). Pada umumnya generasi muda adalah individu yang dapat dengan cepat menerina unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, lebih sukar. Hal ini disebabkan karena pada generasi tua, norma-norma yang tradisional sudah internalized ( mendarah daging, menjiwai ) sehingga sukar untuk mengubahnya.
Definisi Kepribadian
Sejak dahulu para ahli biologi yang mempelajari perilaku dan membuat pelukisan tentang sistem organisme dari suatu spesies mulai dari prilaku mencari makan, menghindari ancaman bahaya, menyerang musuh, beristirahat, mencari pasangan, kawin dan lain-lain. Berbeda dengan organism hewan, organisme manusia juga dipelajari oleh para ahli sampai pada hal yang terkecil. Namun hal itu tidak dapat menentukan pola tingkah lakunya.
Pola-pola tingkah laku tersebut hampir semua tidak sama bahkan bagi semua jenis ras yang ada di bumi. Hal tersebut tidak dapat diseragamkan karena seorang manusia yang disebut homo sapiens bukan saja ditentukan oleh sistem organik biologinya saja, namun dipengaruhi juga oleh akal dan jiwa sehingga timbul variasi pola tingkah laku tersebut. Melihat hal tersebut, maka para ahli lebih fokus kepada pola tindakan manusia. Dengan pola tingkah laku yang lebih khusus yang ditentukan oleh nalurinya, dorongan-dorongan, dan refleksnya. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu disebut “ Kepribadian “. Dalam bahasa populer istilah kepribadian juga berarti ciri-ciri watak yang konsisten, sehingga seorang individu memiliki suatu identitas yang khas berbeda dengan individu yang lain. Konsep kepribadian yang lebih spesifik belum bisa di definisikan sampai sekarang karena luasnya cakupan dan sulit untuk dirumuskan dalam satu definisi sehingga cukup kiranya untuk kita memakai arti yang lebih kasar sampai didapatkan definisi yang sebenarnya dari para ahli psikologi.
Unsur – Unsur dan Aneka Warna Kepribadian
Pengetahuan, unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa orang yang sadar, terkandung di dalam otaknya secara sadar. Manusia memiliki panca indra yang sebagai alat penerima dari setiap kondisi dan situasi di alam sekitarnya yang mengalami proses fisik, fisiologi, psikologi sehingga getaran dan tekanan dari alat penerima tersebut nantinya diproyeksikan atau dipancarkan kembali oleh individu tersebut berupa gambaran lingkungan sekitar yang dalam ilmu antropologi disebut “ Persepsi “. Penggambaran tersebut dapat menjadi bayangan dimana individu tersebut berfokus.
Penggambaran tentang situasi dan kondisi lingkungan dengan fokus pada bagian-bagian yang menarik dan mendapat perhatian lebih akan diolah oleh akal dan dihubungkan dengan penggambaran yang sejenis dan diproyeksikan oleh akal dan muncul kembali menjadi kenangan. Pengambaran baru dengan pengertian baru dalam psikologi disebut “ apersepsi”. Penggambaran yang terfokus secara lebih intensif yang terjadi karena pemusatan yang lebih intensif dalam psikologi disebut “pengamatan”. Seseorang dapat menggabungkan dan membandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran yang sejenis secara konsisten dan azas tertentu. Dengan kemampuan proses akal tersebut membentuk penggambaran baru yang abstrak yang tidak mirip dengan berbagai macam bahan konkret dari penggambaran yang baru tadi. Penggambaran abstrak tadi dalam ilmu sosial disebut “konsep”. Cara pengamatan yang secara sengaja dibesar-besarkan atau ditambahi atau di kurangi pada bagian tertentu sehingga membentuk penggambaran yang sangat baru yang secara nyata sebenarnya tidak pernah ada dan terkesan tidak realistik disebut “fantasi“. Keinginan yang semakin menggebu-gebu untuk mendapatkan sesuatu yang telah di gambarkan terlebih dahulu akan menimbulkan suatu perasaan yang aneh dan tekanan jiwa
Seluruh penggambaran, apersepsi, persepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi merupakan unsur pengetahuan yang secara sengaja dimiliki seorang individu. Namun semua itu bisa hilang dari akalnya yang sadar yang disebabkan oleh berbagai hal yang sampai saat ini masih dipelajari oleh ahli psikologi. Unsur pengetahuan tersebut bukannya hilang atau lenyap namun terdesak ke bagian jiwanya yang dalam ilmu psikologi disebut “alam bawah sadar”.
Di alam bawah sadar tersebut, pengetahuan seseorang tercampur, terpecah-pecah menjadi bagian yang tercampur aduk tidak teratur. Ini dikarenakan akal sadar seseorang tidak mau menyusunnya dengan rapi sehingga adalakanya muncul sacara tiba-tiba secara utuh atau terpotong bercampur dengan pengetahuan yang berbeda. Adakalanya pengetahuan seseorang secara sengaja atau karena berbagai sebab terdesak ke dalam bagian jiwa yang lebih dalam yang oleh ilmu psikologi disebut “alam tak sadar”. Proses yang terjadi dalam alam bawah sadar banyak dipelajari oleh ahli psikologi dan dikembangkan oleh S. Freud dalam ilmu psikoanalisa.
Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. “Perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif atau negative. Suatu perasaan yang bersifat subjektif karena adanya unsur penilaian tadi biasanya menimbulkan “kehendak” dalam kesadaran seseorang. Perasaan atau keinginan yang berdebar-debar tersebut disebut “emosi”. Kesadaran manusia juga mengandung berbagai perasaan yang di pengaruhi oleh organismenya khususnya gen sebagai naluri yang disebut “dorongan”. Sedikitnya ada 7 dorongan naluri yaitu :
1. Dorongan untuk mempertahankan hidup
2. Dorongan seks
3. Dorongan mencari makan
4. Dorongan untuk bergail / berinteraksi dengan sesame
5. Dorongan untuk menirukan tingkah laku sesamanya
6. Dorongan untuk berbakti
7. Dorongan untuk keindahan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kepribadian seseorang dibentuk oleh pengetahuan yang dimilikinya dari penggambaran dunia sekitarnya serta fantasi mengenai berbagai macam hal, juga ada materi yang menjadi objek dan sasaran unsur kepribadian secara sistematis. Ada 3 hal yang merupakan isi keribadian yang pokok yaitu :
1. Beragam kebutuhan organik diri sendiri, kebutuhan dan dorongan psikologi diri sendiri, serta dorongan organik maupun psikologi sesama manusia selain diri sendiri
2. Beragam hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri dari aspek fisik, psikologi, yang menyangkut kesadaran individu.
3. Beragam cara untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan atau menggunakan beragam kebutuhan sehingga tercapai rasa kepuasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Aneka ragam kepribadian individu dan Kebudayaan
Adanya beragam struktur kepribadian manusia disebabkan adanya beragam isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak dan keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas hubungan antar berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu. Mempelajari materi dari setiap unsur kepribadian merupakan tugas psikologi yang berupa kebiasaan / habit atau berbagai macam materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian.
Kebiasaan ( Habit)
Adat istiadat (custom)
Sistem social(social system)
Kepribadian individu ( individual personality )
Kepribadian umum ( modal personality )
Kebiasaan, adat dan kepribadian
Karena materi yang merupakan isi dari pengetahuan dan perasaan seorang individu berbeda dengan individu yang lain, dan juga sifat serta intensitas kaitan antara beragam bentuk pengetahuan maka setiap manusia memiliki kepribadian yang khas. Dari berbagai jenis kepribadian tersebut telah diringkas menjadi berbagai type dan sub type yang merupakan tugas psikologi. Walaupun begitu, antropologi dan ilmu sosial lainnya juga memperhatikan masalah kepribadian ini walaupun hanya memperdalam atau memahami adat istiadat dan sistem sosial lainya. Ini dikarenakan ada hubungan yang sangat jelas antara kepribadian individu atau kelompok dengan adat dan kebudayaan suatu daerah. Dimana kebudayaan itu mempengaruhi pembentukan pola kepribadian seorang individu.
Kepribadian umum
Para pengarang etnografi sering mencantumkan suatu pelukisan tentang watak atau kepribadian umum dari para warga suatu kebudayaan dalam karyanya.pelukisan itu didapat dari kesan yang diperoleh saat bergaul dengan individu yang diteliti. Pergaulan inilah yang akan menimbulkan kesan yang nantinya secara umum akan dipresentasikan dalam setiap karyanya. Abad ke 20 ada pakar psikologi A. Kardiner, R Linton tahun 1930-an mengembangkan metode yang eksak untuk mengukur kepribadian umum. Bahan etnografinya dikumpulkan Linton sedangkan Kardiner menerapkan metode-metode psikologi dan menganalisa data psikologinya yang dituangkan dalam karyanya “ The Individual And His Society”( 1938)
Mereka menemukan konsep basic personality structure atau kepribadian dasar karena pada umumnya masyarakat mengalami pengaruh lingkungan kebudayanaan yang sama selama pertumbuhan. Pembentukan watak banyak dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya dari kecil. Juga dengan pengaruh kebiasaan yang tertanam dari sejak kecil karena terus mengikuti adat dan norma yang telah ditetapkan. Metode penelitian kepribadian umum dengan cara mempelajari adat istiadat pengasuhan anak terus dikembangkan sehingga berkembang menjadi bagian antropologi yan dinamakan personality and culture.
Kepribadian dan Kebudayaan Barat serta Kepribadian dan Kebudayaan Timur
Dalam banyak tulisan banyak dibahas tentang perbedaan kepribadian dari kebudayaan barat dan timur. Konsep barat-timur dicetuskan pada pertengahan abad 19 ketika kolonialisme berkembang dari negara Eropa Barat. Kebudayaan bangsa timur yang awalnya masih asli dan tradisional terus mendapat pengaruh terutama setelah masuknya system pendidikan sekolah Eropa Barat. Mereka mengalami perubahan menyusul masuknya pengaruh kebudayaan barat yang didsebut modernisasi.
E. Mendidik agar Berbudaya
Di lingkungan sekolah, sering kita dengar sindiran ambon untuk menyebut salah satu siswa, hanya karena ia berkulit hitam dan berambut keriting, atau sebutan cina hanya karena matanya sipit, meskipun kedua murid itu belum tentu berasal dari daerah seperti yang disebutkan. Ada pula sebutan londho, berasal dari bahasa Jawa artinya Belanda, yang sering dialamatkan kepada anak-anak yang menderita kekurangan pigmen (kandungan warna pada kulit), dengan tubuh berwarna putih (kepucatan) dan rambut berwarna kuning (keputih-putihan). Karena fisiknya itu, ia disama-rupakan dengan orang Eropa (Belanda).
Dalam bentuknya yang lebih vulgar, stigma serupa kadang-kadang bisa bersifat memojokkan satu etnis/suku tertentu terhadap lainnya, seperti kasus berikut: saat sedang berdiskusi dalam kelas, seorang anak berbicara agak keras, lalu kemudian guru menegurnya dengan sedikit memberi saran, kalau berbicara itu yang sopan, jangan terlalu keras. Kebetulan si murid tadi berasal dari Papua. Dan pada kesempatan lain, secara kebetulan sang guru bertemu dengan para suporter asal Papua yang sedang terlibat adu mulut dengan beberapa orang di jalanan. Keesokan paginya di kelas,si anak Papua langsung masuk sang guru yang wajib diwaspadai. Stigmatisasi Etnis: Antara kesalahan berpikir dan kurangnya wawasan kultural
Stigma terhadap etnis tertentu sepertinya terlanjur menjadi konsumsi publik, meskipun kadang tak ada hubungannya dengan asal muasal kedaerahan. Karena terlalu sering digunakan, hampir tidak ada kesan diskriminatifnya. Penilaian yang dilakukan semata-mata dilandasi oleh premis-premis sederhana, untuk kemudian menarik kesimpulan, sebagaimana contoh di atas. Anak yang matanya sipit adalah orang Cina, di kelas ada tiga murid etnis Cina yang matanya sipit, maka semua murid yang sipit adalah orang Cina. Contoh lain; anak yang berbicara keras adalah tidak sopan, ada 5 anak Papua yang bersuara keras-keras, maka orang Papua adalah orang yang keras dan tidak sopan.
Setidaknya ada dua faktor yang melatarbelakangi munculnya stigmatisasi etnis. Pertama,yang bersumber dari cara berpikir instant (fallacy of dramatic instance ). Yakni cara berpikir yang menghendaki kesimpulan yang cepat, dan selalu tergoda untuk melakukan over-generalisation terhadap segala hal. Overgeneralisasi dapat terjadi dalam pemikiran seseorang, sesuatu hal, atau suatu tempat, dengan asumsi bahwa entitas-entitas tersebut akan selamanya sama dan tidak mungkin berubah. Padahal, segalanya akan selalu berubah, sehingga hal yang sama tidak bisa kita terapkan pada orang yang sama terus-menerus dan selama-lamanya.
Kedua, problem overgeneralisasi juga bersumber dari kurangnya wawasan kebudayaan yang dimiliki. Khususnya wawasan ke-nusantara-an kita akan pluralitas kultur yang ada. Akibat minimnya pemahaman tentang budaya orang lain, maka yang tersisa hanyalah sikap dan cara pandang yang bersifat tunggal (monolitik). Dalam bentuk nya yang ekstrem dapat berwujud etnosentrisme/sukuisme. Etnosentrisme atau sukuisme adalah sikap berlebihan yang menganggap hanya etnis kelompok tertentu saja yang baik, benar dan unggul. Adapun kelompok lainnya tidak. Dampak yang dihasilkannya bisa sangat fatal akibatnya. Bayangkan saja jika generalisasi kasar dilakukan terhadap etnis tertentu yang dianggap negatif sebagai; kasar, kotor, bermental buruk, atau bahkan musuh, maka tidak jarang akan berujung pada konflik komunal.
Sejarah menunjukkan, pemaknaan secara negatif atas keragaman telah melahirkan penderitaan panjang umat manusia. Pada saat ini, paling tidak telah terjadi 35 pertikaian besar antar etnis di dunia. Lebih dari 38 juta jiwa terusir dari tempat yang mereka diami, paling sedikit 7 juta orang terbunuh dalam konflik etnis berdarah. Pertikaian seperti ini terjadi dari Barat sampai Timur, dari Utara hingga Selatan. Dunia menyaksikan darah mengalir dari Yugoslavia, Cekoslakia, Zaire hingga Rwanda, dari bekas Uni Soviet sampai Sudan, dari Srilangka, India hingga Indonesia. Konflik panjang tersebut melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga agama.
Etnosentrisme atau sukuisme ternyata begitu kental dalam pergaulan sehari-hari. Pandangan tentang keunggulan etnis tertentu atas lainnya sudah menjadi rahasia publik. Disebut rahasia, sebab pengakuan keunggulan tersebut diakui secara umum oleh masing-masing kelompok (etnis, suku, bahkan agama), meskipun secara sembunyi-sembunyi.
Ada beberapa pendekatan dalam proses pendidikan multikultural, yaitu: Pertama, tidak lagi terbatas pada generalisasi pandangan tentang pendidikan (education) dengan persekolahan (schooling) atan pendidikan multikultural dengan program-program sekolah formal. Pendidikan seharusnya dipahami sebagai transmisi kebudayaan yang melibatkan banyak pihak untuk bertanggung jawab, sebab program-program sekolah sesungguhnya terkait erat dengan pembelajaran informal di luar sekolah.
Kedua, menghindari generalisasi pandangan tentang kebudayaan dengan kelompok etnik. Artinya, tidak perlu lagi mengasosiasikan kebudayaan semata-mata dengan kelompok-kelompok etnik sebagaimana yang terjadi selama ini. secara tradisional, para pendidik mengasosiasikan kebudayaan hanya dengan kelompok-kelompok sosial yang relatif (self sufficient), ketimbang dengan sejumlah orang yang secara terus menerus berkembang dalam lingkungan sosialnya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini diharapkan melenyapkan kecenderungan memandang anak didik secara stereotip menurut identitas etnik mereka dan akan meningkatkan eksplorasi pemahaman yang lebih besar mengenai kesamaan dan perbedaan di kalangan anak didik dari berbagai kelompok etnik.
Ketiga, mendorong terwujudnya “kebudayaan baru” yang tentunya membutuhkan interaksi inisiatif dengan orang-orang yang sudah memiliki kompetensi. Dalam hal ini, segala upaya untuk mendukung sekolah-sekolah yang terpisah secara etnik sesungguhnya merupakan antitesis terhadap tujuan pendidikan multikultural. Sebab, kehendak untuk mempertahankan dan memperluas solidarits kelompok hanya akan menghambat sosialisasi ke dalam kebudayaan baru tersebut.
Keempat, pendidikan multikultural meningkatkan kompetensi dalam beberapa kebudayaan. Kebudayaan mana yang akan diadopsi ditentukan oleh situasi.
Kelima, kemungkinan bahwa pendidikan (baik dalam maupun luar sekolah) meningkatkan kesadaran tentang kompetensi dalam beberapa kebudayaan. Kesadaran seperti ini kemudian akan menjauhkan kita dari konsep dwi budaya atau dikhotomi antara pribumi dan non-pribumi, orang negri dan pendatang. Dikotomi semacam ini hanya akan membatasi individu untuk sepenuhnya mengekspresikan diversitas kebudayaan. Dengan pendekatan ini, kesadaran untuk menghindari dikotomi akan semakin kuat, untuk selanjutnya mengembangkan apresiasi yang lebih baik melalui kompetensi kebudayaan yang ada pada diri anak didik.
Pendidikan multikultural sepatutnya mampu mengubah segala perspektif serta pandangan yang kini telah membeku; dari perspektif monokultural kepada yang multikulturalis, dari yang penuh prasangka dan diskriminatif kepada penghargaan terhadap keragaman dan perbedaan, toleran dan keterbukaan. Perubahan paradigma semacam ini akan melenturkan kebekuan sikap dan kepribadian dalam hidup bermasyarakat. Dan pada akhirnya akan menghasilkan anak didik yang berkebudayaan dan berperadaban.
F. Hubungan Kepribadian Dengan Kebudayaan
Menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor biologis misalnya, sistem syaraf, proses pendewasaan, dan kelainan biologis lainnya, sedangkan faktor psikologis adalah seperti unsur temperamen, kemampuan belajar, perasaan, keterampilan, keinginan dan lain-lain. Dan yang terakhir, adalah faktor sosiologis. Kepribadian dapat mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dan lain-lain yang khas dimiliki oleh seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. Ketiga faktor di atas adalah faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian.
Seseorang yang sejak kecil dilahirkan sampai dewasa selalu belajar dari orang-orang disekitarnya. Secara bertahap dia akan mempunyai konsep kesadaran tentang dirinya sendiri. Lama-kelamaan perilaku-perilaku si anak akan menjadi sifat yang nantinya menghasilkan suatu kepribadian. Berikut ini adalah beberapa kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value )
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

Menyikapi Kenaikan Harga BBM


BBM merupakan kebutuhan dasar di Negara ini, karena merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian Negara. Rakyat juga sangat bergantung pada BBM untuk melakukan semua aktifitas mereka. Lantas apa yang akan terjadi jika harga BBM dinaikkan? Banyak yang berpendapat bahwa sesungguhnya bukanlah kenaikan harga BBM yang ditakutkan rakyat, melainkan efek domino yang dihasilkan dari kenaikan harga BBM tersebut. Dengan kenaikan harga BBM, maka harga-harga kebutuhan pokok yang lain juga akan naik seiring dengan naiknya biaya transportasi. Oleh karena itu, kenaikan harga BBM menjadi hal yang sangat sensitif bagi rakyat Indonesia.



Kenaikan harga BBM dapat dikatakan merupakan sebuah masalah klasik di Negara ini. Pada akhir Maret yang lalu, Pemerintah mengeluarkan sebuah wacana untuk menaikkan harga BBM untuk menyeimbangkan APBN 2012. Sontak saja hal itu memicu reaksi yang keras dari rakyat Indonesia, berbagai macam demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Namun aksi demonstrasi kala itu cenderung mengarah ke tindakan anarkis seperti bentrokan dengan para petugas kepolisian, pembakaran mobil, merusak fasilitas umum, bahkan ada yang sampai menimbulkan korban jiwa. Demonstrasi memang merupakan salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi masyarakat atas kebijakan pemerintah, namun demonstrasi harus dilakukan dengan cara yang baik juga.

Berdasarkan pengalaman tersebut, seharusnya pemerintah lebih bijak dalam mengambil suatu keputusan yang berpotensi memancing reaksi yang keras dari rakyat seperti rencana menaikkan harga BBM. Pemerintah harus memberikan penjelasan latar belakang dibalik rencana menaikkan harga BBM. Selain itu pemerintah juga harus menyertakan beberapa solusi alternatif untuk rakyat jika harga BBM benar-benar dinaikkan seperti menahan kenaikan harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi. Sementara itu, rakyat juga diharapkan dapat lebih dewasa dalam menyikapi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dengan tidak melakukan tindak anarkis yang akan merugikan Negara.